Selasa, 14 Juli 2020

Fungsi Pengorganisasian dalam Manajemen (ORGANIZING))


Fungsi PENGORGANISASIAN dalam Manajemen (Organizing)
November 21, 2018

 Apa itu Fungsi Pengorganisasian?
Fungsi pengorganisasian (organizing) dalam manajemen adalah proses mengatur tugas, wewenang dan tanggung jawab setiap individu dalam manajemen. Menjadi satu kesatuan untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan.

Fungsi pengorganisasian bukan hanya mengatur orang. Tapi semua sumber daya yang dimiliki. Termasuk uang, mesin, waktu, dan semuanya. Tanpa terkecuali.

Mengapa fungsi organizing ini perlu dilakukan? Sepenting apa perannya? Dan bagaimana fungsi pengorganisasian dilaksanakan? Juga seperti apa prinsip prinsipnya?

Mari kita mulai.

Untuk mencapai tujuan perusahaan. 4 Fungsi manajemen wajib dijalankan. Salah satunya adalah fungsi pengorganisasian.

Hal pertama untuk mengeksekusi perencanaan adalah fungsi pengorganisasian.
Seberapa Penting Fungsi Pengorganisasian?
Lihat definisi fungsi manajemen pengoraganisasian diatas. Intinya adalah: mengatur.

Organizing adalah tentang mengatur sumber daya. Mengatur agar tepat. Mengatur agar segala sesuatu berjalan dengan semestinya. Sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya.

Ada banyak orang dalam satu perusahaan. Setiap orang berbeda. Hampir di segala hal.

Keahliannya berbeda. Ilmunya berbeda. Motifasinya berbeda. Tingkah lakunya berbeda. Hampir semuanya berbeda.

Sementara mereka harus bekerja sama. Sementara mereka harus mewujudkan keinginan perusahaan bersama. Untuk itulah diperlukan sesuatu yang mengaturnya: fungsi pengorganisasian.

Yang ahli menjual: biarlah menjadi marketing.
Yang ahli akuntansi: biarlah menjadi bagian keuangan.
Yang ahli mesin: biarlah menjadi teknisi.

Dan semua orang punya keahliannya sendiri. Dalam pengorganisasian: mereka diberi tugas seusai dengan keahliannya. Sesuai kemampuannya. Sesuai kapasitasnya. Agar perusahaan bisa berjalan.

Coba bayangkan. Jika tanpa ada fungsi pengorganisasian. Semua bekerja: tanpa diatur. Tanpa di organisir. Siapa mengerjakan apa: tidak jelas. Maka hanya tinggal menunggu waktu. Perusahaan akan gulung tikar.

Bayangkan. Seorang teknisi mengurus pencatatan keuangan: kondisi keuangan tidak jelas.
Bayangkan. Seorang bendahara memperbaiki mesin: tambah rusak.

Tidak akan bisa berjalan. Karena memang bukan kapasitasnya. Untuk itu penting manajemen menjalankan fungsi organizing.

Dengan fungsi pengorganisasian. Semua aktivitas menjadi mudah dijalankan. Semua sumber daya akan memberikan hasil yang maksimal. Semua diatur sedemikian rupa.

Sumber daya apa yang harus digunakan. Mau dijadikan apa. Kapan harus digunakan. Dimana akan digunakan. Bagaimana cara menggunakannya. Siapa yang akan menggunakan. Semua menjadi jelas.

# Manfaat Fungsi Pengorganisasian
Fungsi pengorganisasian wajib dilakukan karena banyak manfaatnya. Untuk perusahaan. Diantaranya:


Mempermudah koordinasi antar pihak dalam kelompok
Pembagian tugas sesuai dengan kondisi kekinian perusahaan
Setiap individu mengetahui apa yang akan dilakukan
Mempermudah pengawasan
Memaksimalkan manfaat spesialisasi
Efisiensi biaya
Hubungan antar individu semakin rukun
Kalau mau dirangkup. Seperti ini fungsi organizing dalam manajemen.

fungsi organizing

Bagaimana Proses Fungsi Pengorganisasian Dijalankan?
Ada beberapa tahapan dalam menjalankan fungsi pengorganisasian. Tidak serta merta langsung main tunjuk.

proses fungsi pengorganisasian :

#1. Mangacu pada Rencana dan Tujuan Manajemen
Proses pengorganisasian dalam manajemen berangkat dari sini: Rencana dan Tujuan. Yang telah disusun sebelumnya. Dan jangan lupa: fungsi pengorganisasian ini merupakan eksekusi dari rencana dan tujuan. Yang diinginkan sebelumnya.

Ini adalah tahap awal dalam usaha merealisasikan rencana manajemen. Desain fungsi pengorganisasian dipengaruhi dan disesuaikan dengan perencanaan. Arah pengorganisasian akan ditentukan disini.

 Setiap personil harus memahami tujuan manajemen. Tanpa terkecuali. Agar arahnya benar. Agar bekerjanya bisa efektif. Agar biaya yang dikeluarkan sedikit.

#2. Menentukan Tugas Utama
Rencana dan tujuan sudah didapat. Saatnya untuk menentukan dan merinci tugas utama pengorganisasian.

Manajemen punya banyak level. Memiliki sub-sub bagian. Dalam perusahaan terdapat manajemen keuangan, manajemen pemasaran, manajemen operasional. Dan sub manajemen lain. Di tingkatan atau level manajemen yang lain. Yang lebih tinggi, atau yang lebih rendah.

Pada tahap ini, tugas utama setiap bagian manajemen ditentukan. Tugas yang diberikan berbeda. Dirinci sesuai dengan bidangnya.

Intinya: menetapkan struktur perusahaan. Supaya garisnya jelas. Kewenangannya jelas. Dan tanggung jawabnya juga jelas.

#3. Membagi Tugas kepada Individu
Ini lanjutan tahap kedua tadi. Setelah tugas utama dirinci: siapa individu yang akan melakukannya?

Tahap ini krusial. Eksekutor rencana tadi adalah individu. Keberhasilannya ditentukan oleh individu yang menjalankan. Salah menentukan orang: risiko gagal lebih besar. Pada bagian ini harus hati-hati.

Setiap pekerjaan harus diserahkan kepada ahlinya. Yang sudah terbutki rekam jejaknya. Dan juga pengalamannya. Mulai dari pekerjaan besar, hingga pekerjaan kecil. Harus dikerjakan oleh orang yang tepat. Tidak main asal tunjuk.
Fungsi Organizing
Ini juga berarti: mendelegasikan kewenangan. Kepada individu yang dianggap mampu. Mengerjakan tugas yang diberikan. Hal seperti ini kita kenal sebagai: departemen. Atau departemenisasi.

#4. Mengalokasikan Sumber Daya
Tugas sudah ditentukan. Orangnya sudah ditunjuk. Kini saatnya untuk mengalokasikan sumber daya perusahaan. Untuk dimanfaatkan, digunakan, dan memberikan manfaat yang maksimal.

Apa yang dimiliki perusahaan? uang? mesin? bahan? pasar? resep? atau metode?

 Semuanya diperhitungkan. Digunakan. Dan dialokasikan secara tepat. Untuk memberikan keuntungan bagi perusahaan. Mau diapakan, terserah.

Yang penting sesuai dengan perencanaan. Yang penting sesuai dengan tugas. Yang penting bisa menghasilkan. Dan yang menggunakan sumber daya adalah personel individu yang ditunjuk tadi.

#5. Evaluasi Strategi Pengorganisasian
Evaluasi adalah tahap terakhir. Akankah strategi pengorganisasian akan berjalan sesuai yang diharapkan? adakah penyimpangan? adakah perubahan?

Atau trategi pengorganisasian yang disusun justru menjadi sumber masalah itu sendiri?

Inilah gunanya evaluasi. Melihat kembali yang terjadi. Dan mengantisipasi yang akan terjadi. Semua hal buruk bisa saja terjadi. Kapan saja. Perubahan tidak mengenal waktu. Kadang tanpa disertai alasan. Tiba tiba kondisi mengalami perubahan. Drastis. Sesuatu yang tidak diprediksi sebelumnya. Yang artinya strategi pengorganisasian: tidak sesuai. Dengan kondisi kekinian. Bisa-bisa: gagal.

13 Prinsip Pengorganisasian
Ada syaratnya. Agar pengorganisasian berjalan sukses. Setidaknya harus memenuhi 13 prinsip pengorganisasian dibawah ini.

#1 Kekuasaan dan Tanggung Jawab
Ini sudah sangat jelas. Setiap departemen punya wewenang dan tanggungjawabnya masing masing. Setiap kelompok dan individu: kekuasaan dan tanggung jawabnya tidak sama. Dipisah. Sesuai dengan posisi dan tugasnya.
Hierarkinya: jelas. Hitam diatas putihnya juga jelas. Dan hukuman bagi yang melanggar juga harus jelas.

#2 Disiplin
Disiplin wajib hukumnya. Jika ingin sukses dlam hal apa saja. Terlebih lagi dalam perusahaan. Di dalam organisasi, disiplin bukan hanya sekedar tepat waktu. Tapi juga sesuai dengan prosedur. Sesuai dengan kewenangan. Dan sesuai dengan tanggung jawabnnya.
Kegagalan program bisa berawal dari masalah disiplin. Ketidakdisiplinan hanya akan membuat masalah. Setiap masalah hanya akan membuat pekerjaan menjadi berat.

#3 Keterpaduan Arah
Setiap individu bekerja dengan tugas sendiri. Setiap kelompok juga bekerja dengan tugasnya sendiri. Setiap departemen sibuk dengan pekerjaannya sendiri. Organizing memang membuatnya memiliki tugas yang berbeda.
Tapi.
Meskipun bekerja sendiri. Sesuai dengan bidangnya. Tapi antara satu dan yang lainnya saling berkaitan. Tetap dalam satu koridor. Satu tujuan. Seperti yang telah disusun dalam perencanaan.
Pekerjaan setiap orang memang berbeda. Tugas setiap departemen memang berbeda. Tapi tujuannya sama. Tujuannya hanya satu.

#4 Kesatuan Perintah
Mungkin anda ingat militer. Tentang kesatuan perintah. Dimana komandan selalu didengar. Perintahnya selalu dikerjakan. Tidak peduli kondisnya seperti apa. Tidak peduli teman sebelah berbicara apa. Perintah komandan harus dilaksanakan.
Begitu juga dengan organisaasi manajemen perusahaan. Perintah dari atasan harus dijalankan. Atasan yang mana?
Pertanyaan ini penting: atasan yang mana? Yang harus didengarkan.
Terkadang beberapa atasan memiliki perintah yang berbeda. Dan anak buah akan bingung. Harus menjalankan yang mana. Inilah pentingnya kesatuan perintah. Tidak terjadi simpang siur perintah. Yang harus dijalankan oleh bawahan.
Semua menjadi jelas. Perintahnya. Tugasnya. Tanggung jawabnya. Evaluasinya. Dan ini: misal kalau gagal, gampang siapa yang akan ditunjuk hidungnya.

#5 Sub-Ordinasi Kepentingan
Maksudnya adalah mengutamakan kepentingan perusahaan. Kepentingan umum organisasi diatas kepentingan departemen. Kepentingan departemen diatas kepentingan kelompok. Kepentingan kelompok diatas kepentingan pribadi individu. Begitu seterusnya.

Terkadang setiap individu memiliki pemikirannya sendiri. Terkadang setiap departemen mempunyai idenya sendiri. Tetapi. Jika dirasa tidak sesuai dengan tujuan dan perencanaan: sebaiknya tidak dijalankan.
Karena bisa mengubah banyak hal. Yang sudah direncanakan. Tujuan organisasi bisa meleset. Ide-ide baru atau pemikiran baru harus dibicarakan dulu. Harus disesuaikan dulu. Dengan perencanaan yang sudah dijalankan.

#6 Sentralisasi
Sentralisasi mungkin berhubungan dengan kesatuan perintah. Sentralisasi merujuk pada terpusatnya kekuasaan di satu titik. Dibagian puncak manajemen.
Apa-apa semua berawal dari pusat. Tidak dari perdepartemen. Desentralisasi mungkin masih belum bisa dijalankan untuk organisasi perusahaan.
Desentralisasi berpikir secara parsial. Tidak utuh. Hanya terfokus pada keahliannya saja. Kepentingan yang lebih besar tidak bisa terlihat jelas. Dan lagi: kekuasan setiap kelompok tidak banyak.
Untuk itulah diperlukan sentralisasi kekuasaan. Pada manajemen puncak. Pemiliknya tetap menunjuk manajer puncak untuk menguasai banyak hal. Itu lumrah.

#7 Remunerasi
prinsip pengorganisasian
Ini masalah yang sensitif. Remunerasi adalah kompensasi yang diterima oleh karyawan. Atas segala usahanya didalam organisasi perusahaan. Kasarnya: pembayaran gaji, bonus, tunjangan dan hal lain yang menjadi hak para karyawan.
Jadi remunerasi berbicara tentang perut karyawan. Ujung tombak perusahaan. Remunerasi harus diberikan secara layak. Sesuai dengan kapasitasnya. Sesuai dengan prestasinya. Sesuai dengan haknya. Dan sesuai dengan waktunya.
Ini penting.
Yang menjalankan roda perusahaan adalah seluruh karyawannya. Jika karyawan kecewa: efeknya negatifnya bisa sangat panjang. Produktifitas bisa menurun. Hubungan antar individu tidak jalan. Kualitas produk tidak sempurna. Penjualan dibawah target. Biaya perusahaan membengkak. Dan banyak efek negatif lainnya. Sangat banyak.
Remunerasi harus dijalankan sebagaimana mestinya. Dan digunakan untuk memotifasi karyawan. Agar mereka menjalankan tugasnya dengan sempurna.

#8 Keteraturan
Segala sesuatu dalam menjalankan tugas harus dengan teratur. Sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Menjalankan tugas harus dalam koridornya. Setiap sesuatu yang tidak teratur: efeknya selalu negatif untuk perusahaan.
Aturan dibuat untuk dilanggar? itu hanya pembenaran bagi pelanggar saja. Itulah yang membuat tidak maju. Aturan dibuat untuk dipatuhi.

#9 Inisiatif
Terkadang, dalam menjalankan sesuatu. Ada ide-ide baru yang muncul. Ide baru tersebut harus diakomodir. Harus diperhitungkan. Harus dihargai. Tidak peduli munculnya dari mana. Tidak peduli siapa yang mempunyai ide. Tidak peduli bahkan jika ide tersebut berasal dari kuli kasar sekalipun.
Harus ada wadah untuk itu. Untuk menyalurkan ide-ide baru itu.
Bagus atau tidak idenya. Bisa direalisasikan atau tidak idenya. Yang penting: ditampung.
Baru dipikirkan. Dibahas. Dan ditentukan: apakah idenya diterima atau tidak?

#10 Rantai Kekuasaan
Rantai kekuasasan yang ideal: tidak gemuk. Tidak panjang. Sedikit tapi padat. Padat tapi sedikit. Sedikit tapi efektif. Maksimal.
Rantai kekuasaan adalah seberapa panjang tingkat hierarki dalam organisasi. Panjang tidaknya ditentukan oleh kebutuhan. Dan juga skala perusahaan. Semakin besar: semakin panjang, semakin gemuk.
Seberapa banyak tingkatan manajemen dalam perusahaan? sekali lagi: tergantung kebutuhan.

#11 Stabilitas Hubungan Kerja
Anda coba bayangkan. Teman kantor anda rese'. Menyebalkan. Selalu bikin ulah. Bahkan bikin masalah. Ditegur malah ngelunjak. Ujungnya: anda tidak suka dia. Dia juga tidak suka anda. Kerja menjadi tidak nyaman. Kerja menjadi lebih berat. Bahkan konflik bisa meluas. Merembet kerekan terdekat.
Menjadi konflik horisontal. Bahkan bisa vertikal.
Akhirnya produktifitas tidak jalan.
Hal seperti ini harus dihindarkan. Dalam dunia kerja. Dalam organisasi manajamen. Bisa menghambat kinerja organisasi. Perencanaan bisa saja tidak jalan.
Untuk itulah kadang manajemen sumber daya manusia dibutuhkan. Mengawasi hubungan kerja para karyawan.

#12 Keadilan
Adil dalam lingkup perusahaan. Bentuknya bisa bermacam-macam.

Misalnya. Reward and punishment.

Yang bekerja bagus dapat bonus. Yang jelek dapat hukuman. Harus adil.

Yang bekerja dengan semangat bisa dipromosikan karirnya.

Yang bekerja setengah hati bisa dipindahkan posisinya. Ketempat yang mungkin lebih tidak enak.

Dan banyak contoh keadilan lainnya. Yang harus dijalankan.

#13 Team Work
Bukan hal yang mengejutkan lagi. Kerja sama tim dalam organisasi mutlak diperlukan. Tanpa perlu diperdebatkan.

Bagaimana setiap individu dan departemen bekerja sama. Dalam prosedur dan tugas yang ditentukan. Dengan hubungan yang mapan. Akan membuahkan kesuksesan dalam eksekusi rencana organisasi.

https://nichonotes.blogspot.com/2018/11/fungsi-pengorganisasian..html

Rabu, 10 Juni 2020

Contoh Daftar Riwayat Hidup

Curriculum Vitae

Data Pribadi
Nama                              : Nurul Setiani
Tempat, Tanggal Lahir : Kendal, 6 Mei 2000
Alamat                            : Ds. Karanganom Rt19/04,Weleri,Kendal
No. HP                             : 0812 3992 1357
Jenis Kelamin                : Perempuan
Agama                             : Islam
Kewarganegaraan         : Indonesia
Status                              : Belum Menikah
Email                               : Setianinurul6@gmail.com

Riwayat Pendidikan
Pendidikan Formal

  1. 2006 sampai dengan 2012      :   SD NEGERI 02 Karanganom
  2. 2012 sampai dengan 2015      :   SMP NEGERI 02 Weleri
  3. 2015 sampai dengan 2018      :   SMK MUHAMMADIYAH 1 Weleri 


Pendidikan Non Formal

  1. 2017 : English Conversation Club di SMK Muhammadiyah 1 Weleri
  2. 2019 : English Class di PT MAS Sumbiri


Pengalaman Organisasi

  1.  2017 sampai dengan 2018   : Bendahara PR IPM di SMK Muhammadiyah 1 Weleri
  2.  2017 sampai dengan 2018   : Ketua Bidang Kewirausahaan HW di SMK Muhammadiyah 1 Weleri
  3.  2017 sampai dengan 2019  : Ketua Bidang Kepemimpinan DSD GKHW Kwartir Daerah Kab. Kendal


Pengalaman Kerja

  1. Magang di Dinas Perindustrian Koperasi & UMKM Kab. Kendal
  2. PT MAS Sumbiri 2 Semarang

Demikian Curriculum Vitae yang dapat saya sampaikan. Untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Hormat saya,


Nurul Setiani

Senin, 01 Juni 2020

Contoh Surat Lamaran Pekerjaan

Contoh Surat Lamaran Pekerjaan

Didalam membuat contoh surat lamaran kerja yang baik, ada format penulisan yang harus diperhatikan sebagai berikut :

1. Tempat dan Tanggal Penulisan
2. Nama Perusahan dan Alamat Lengkap Perusahaan
3. Salam Pembuka / Salam Hormat
4. Tulis Kata Pengantar yang Baik
5. Lengkapi Biodata Diri
6. Salam Penutup

Dibawah ini adalah contoh surat lamaran kerja :


Semarang, 26 Mei 2020

Kepada Yth.
Manager Personalia
PT. MAS SUMBIRI 2
Jl. Wijaya Kusuma No VI
Kota Semarang

Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama                                  : Nurul Setiani
Tempat & tanggal Lahir : Kendal,06 Mei 2000
Alamat                                : Ds. Karanganom Rt 19/04,Weleri,Kendal
No. HP                                 : 081xxxxxxxxx

Dengan ini mengajukan surat lamaran pekerjaan kepada Bapak / Ibu Pimpinan untuk diterima menjadi karyawan diperusahaan yang Bapak / Ibu Pimpin. Sebagai bahan pertimbangan bersama ini saya lampirkan :

1. Fotocopy Ijazah
2. Fotocopy Transkip Nilai
3. Fotocopy Akta Kelahiran
4. Fotocopy Kartu Keluarga
5. Daftar Riwayat Hidup
6. Fotocopy KTP
7. Pas Foto 4×6
8. Fotocopy Sertifikat Penghargaan (Apabila memiliki sebagai nilai tambah)
9. Fotocopy SKCK

Demikian untuk menjadikan periksa adanya, besar harapan saya untuk dapat diterima di Perusahaan ini. Atas perhatian Bapak/Ibu saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

Nurul Setiani

Jadi itulah contoh surat lamaran pekerjaan,
Lampiran bisa berubah sesuai dengan ketentuan dari temlat kerja yang kita tuju. Sekian dan Semoga bermanfaat :)

Kamis, 21 Mei 2020

CORONAVIRUS Atau COVID-19
Virus corona merupakan virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan.
Virus corona adalah jenis virus baru yang ditemukan pada kejadian luar biasa diwuhan Tiongkok pada akhir tahun 2019.
Gejala virus corona diantaranya:
- Demam ≥38° C
- Batuk kering
- Sesak nafas
- Sakit tenggorokan dan pilek
Virus corona tidak dapat menyebar lewat udara dikarenakan perlunya media untuk virus ini berkembangbiak. Virus corona dapa t menular melalui tetesan kecil yang keluar dari hidung dan mulut,kemudian tetesan ini jatuh dan mengenai benda disekitarnya. Yang kemudian virus itu menyebar dan apabila ada orang lain yang menyentuh benda tersebut maka akan ikut terinfeksi.
Cara mencegah agar tidak tertular virus ini adalah :
1. Pakai masker
2. Mencuci tangan setelah memegang suatu benda
3. Menjaga jarak aman dengan orang sekitar
4. Segera periksa apabila mendapati gejala tersebut pada diri kita
5. Apabila habis bepergian jauh hendaklah mengkarantina diri dirumah selama 1-14hari.
Untuk saat ini vaksin virus corona masih dalam tahap pengembangan atau uji coba. Kita tidak tahu kapan wabah ini akan berakhir,kesehatan pada diri kita merupakan tanggungjawab diri kita masing masing karena penularan virus yang sangat cepat serta bisa menyerang siapa saja dan dimana saja. Maka dari itu apabila ada himbauan dari pemerintah mohon diperhatikan agar kita selamat serta wabah ini akan cepat berakhir. Bantulah para tenaga medis mengurangi korban wabah virus corona dengan berdiam diri dirumah tidak bepergian jauh ditempat yang penuh keramaian. Kesenangan bisa kita beli kapan saja tapi perlu diingat bahwa tidak ada tempat yang menjual cadangan nyawa anda. Dan mulailah mencintai diri sendiri.

Senin, 18 Mei 2020

Teknologi Informasi

Teknologi Informasi

Apa yang dimaksud dengan teknologi informasi (information Technology)? Secara umum pengertian teknologi Informasi adalah suatu studi perancangan, implementasi, pengembangan, dukungan atau manajemen sistem informasi berbasis komputer, khususnya perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).
Dengan kata lain, teknologi informasi adalah berbagai fasilitas yang terdiri dari hardware dan software untuk mendukung dan meningkatkan kualitas informasi bagi masyarakat dengan cepat dan berkualitas.
Pengertian Teknologi Informasi Menurut Para Ahli
Beberapa pakar di bidang ilmu komputer dan teknologi pernah menjelaskan mengenai definisi teknologi informasi, diantaranya adalah:

1. Mc Kewon
Menurut Mc Keown, pengertian Information Technology adalah seluruh bentuk teknologi yang digunakan untuk menciptakan, mengubah, menyimpan dan menggunakan informasi dalam segala bentuknya.

2. Haag dan Keen
Menurut Haag dan Keen, pengertian teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu pekerjaan dengan informasi serta melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.

3. Martin
Menurut Martin, TI tidak hanya terbatas pada Hardware dan Software yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, tapi juga mencakup teknologi komunikasi yang mengirimkan sebuah informasi.

4. Lucas
Menurut Lucas, pengertian teknologi Informasi adalah segala bentuk teknologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirimkan informasi dalam bentuk elektronis.

5. Williams dan Sawyer
Menurut Williams dan Sawyer, pengertian teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan Komputer dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang dapat membawa data, suara, dan video.

6. Information Technology Association of America (ITAA)
Menurut ITAA, definisi teknologi informasi adalah proses pengolahan, penyimpanan dan penyebaran informasi bergambar, vocal, teks dan numerik melalui mikro elektronika berbasis kombinasi telekomunikasi dan komputasi.
Fungsi Teknologi Informasi
Secara umum ada enam fungsi TI bagi manusia, diantaranya adalah:
1. Menangkap (Capture)
TI dapat mengkompilasi catatan-catatan secara detail dari berbagai aktivitas. Misalnya menerima input dari keyboard, scanner, mic, dan lainnya.
2. Mengolah (Processing)
TI dapat mengolah/ memproses data masukan yang diterima yang kemudian diubah menjadi informasi baru. Olah data ini bisa dalam bentuk konversi, menganalisis, menghitung, hingga penggabungan berbagai bentuk informasi dan data.
3. Menghasilkan (Generating)
TI akan menghasilkan atau mengorganisir informasi ke dalam bentuk yang berguna. Misalnya grafik, tabel, perhitungan, dan lain sebagainya.
4. Menyimpan (Storage)
TI dapat merekam informasi dan data ke dalam suatu media yang kemudian bisa digunakan untuk keperluan lainnya. Misalnnya data disimpan ke dalam flasdisk, CD, dan hardisk.
5. Mencari Kembali (Retrival)
TI mampu mencari dan menelusuri kembali informasi dan data yang sudah pernah disimpan. Misalnya mencari data klien yang belum melakukan pembayaran.
6. Sebagai Transmisi (Transmission)
TI dapat mengirimkan data dan informas dari satu lokasi ke lokasi lainnya dengan memanfaatkan jaringan komputer. Misalnya mengirim data penjualan ke tim lain di lokasi yang berbeda.
Komponen Teknologi Informasi
Dalam aktivitas teknologi informasi terdapat 5 komponen utama di dalamnya, yaitu:

1. Perangkat Keras (Hardware)

Hardware adalah perangkat komputer yang digunakan oleh seorang operator atau brainware. Hardware terdiri dari:
Processor
Memory card
Peripheral (input dan output device)
Kabel data

2. Perangkat Lunak (Software)

Software adalah media yang menjembatani antara hardware dan brainware (operator). Software ini dapat membantu mengoptimalkan fungsi harware dengan menerjemahkan berbagai instruksi yang diberikan oleh operator.
Software dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
A. Software Sistem
Software sistem atau kita kenal dengan operating system (OS). Dengan adanya OS maka hardware bisa menjalankan software aplikasi untuk digunakan oleh user atau operator.
Beberapa OS yang populer diantaranya:
Windows
Linux
Unix
B. Software Aplikasi
Ini merupakan aplikasi pendukung yang berada pada OS untuk memaksimalkan kinerja komputer. Beberapa Software aplikasi yang cukup populer diantaranya:
Microsoft Office
Photoshop
CorelDraw
AutoCad

3. Infoware

Ini adalah suatu dokumentasi dari sebuah informasi atau data.

4. Fireware

Ini merupkan media tempat penyimpanan yang permanen. Fungsinya adalah sebagai tempat untuk menyimpan berbagai data yang ada di sebuah komputer.

5. Brainware (user)

Brainware adalah komponen paling penting dari teknologi informasi. Tanpa adanya Brainware maka komputer kita tidak akan bisa beroperasi karena sebenarnya fungsi komputer itu adalah alat penunjang kebutuhan seorang user.
Tujuan Teknologi Informasi
Secara umum, ada tiga tujuan utama dari TI, diantaranya adalah:
Untuk membantu manusia dalam memecahkan suatu masalah
Mendukung dan membuka kreativitas
Meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam menyelesaikan pekerjaan
Peranan Teknologi Informasi dalam Bisnis
Secara langsung maupun tidak langsung teknologi informasi berperan penting untuk kelangsungan bisnis atau perusahaan yaitu diantaranya:
1. Mempermudah komunikasi
2. Manajemen Data
3. Sistem informasi manajemen
4. Customer Relationship Management (CRM)
5. Bisnis Dapat Beraktivitas Selama 24 jam Sehari
6. Munculnya Peluang e-Bussiness
7. Mengurangi Biaya Operasional dan Produksi